Jumat, 04 Desember 2015

Beasiswa S2 Studi Islam Oleh Qatar Faculty of Islamic Studies

Qatar Faculty of Islamic Studies (QFIS), salah satu fakultas dari Hamad Bin Khalifa University (HBKU), setiap tahunnya menawarkan beasiswa untuk pelajar internasional yang berminat untuk melanjutkan studi pascasarjana di HBKU, Qatar.
QFIS menyediakan beberapa program Master yang dapat anda pilih, sebagai berikut:
1. M.A. in Islamic Studies in Contemporary Fiqh
Peserta harus merupakan lulusan S1 dari bidang Syariah.
2. M.A. in Public Policy in Islam
3. M.Sc. in Islamic Finance
Peserta harus merupakan lulusan S1 dari bidang Bisnis, Ekonomi, Keuangan, Akuntansi, Syariah, dan bidang studi terkait lainnya
4. M.A. in the Study of Contemporary Muslim Thought and Societies
5. M.Sc. in Urban Design and Architecture in Islamic Societies
Peserta harus merupakan lulusan S1 dari bidang Arsitektur, Teknik Arsitektur, Arsitektur Landscape, Desain Interior/Desain Arsitektur, atau Perencanaan Kota dengan IPK minimal 2.8 (skala 4.0)
6. M.A. in Islamic Studies in Comparative Religions
Nantinya para kandidat terpilih berhak mendapatkan beasiswa penuh, meliputi:
  1. Tanggungan biaya pendidikan
  2. Akomodasi
  3. Internet, telepon, rekreasi
  4. Tunjangan kesehatan
  5. Transportasi di dalam maupun di luar Qatar Foundation

Persyaratan untuk mengikuti beasiswa S2 luar negeri dari QFIS adalah sebagai berikut:

  1. Telah menyelesaikan studi S1 dari Universitas/Perguruan Tinggi yang telah terakreditasi Sangat Baik/setara dengan IPK minimal 3.4 (skala 4.0).
  2. Memiliki skor TOEFL minimal 550/IELTS minimal 6.0. Untuk pelamar program M.A. in Islamic Studies in Contemporary Fiqh dan M.A. in Islamic Studies in Comparative Religions, skor TOEFL yang dibutuhkan minimal 450/IELTS minimal 5.0.
  3. Telah lulus Arabic Placement Test dengan skor minimal 80% pada pusat bahasa di Qatar (mahasiswa diharapkan lulus tes bahasa Arab dalam tahun pertama studi, kegagalan dalam tes tersebut dapat mengakibatkan pencabutan beasiswa).
  4. Telah melakukan wawancara via telepon saat seleksi akhir, untuk memastikan bahwa pelamar memiliki kemampuan bahasa Arab yang sesuai.

Kelengkapan dokumen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  1. Form Aplikasi Pendaftaran Beasiswa QFIS yang telah dilengkapi (Download)
  2. Salinan paspor
  3. Salinan ijazah S1 dari universitas yang telah terakreditasi di negara asal
  4. Transkrip nilai
  5. 2 (Dua) pas foto terbaru ukuran paspor
  6. Bukti kecakapan bahasa Inggris berupa hasil skor TOEFL/IELTS
  7. Hasil skor Pass Arabic Test
Seluruh dokumen aplikasi di atas dapat dikirimkan via email ke alamat: admissions_QFIS@qf.org.qa. Pendaftaran untuk kandidat internasional akan dibuka pada tanggal 1 Januari 2016 untuk Fall Semester (Musim Gugur).
Untuk mendapatkan informasi terkait QFIS Scholarship, para pelamar dapat menghubungi pihak kantor Admisson and Registration pada nomer telepon +974 4546588 atau +974 4546560 dan juga dapat melalui email: qfisinfo@qfis.edu.qa. atau Twitter @QFIS_QF
Untuk info selengkapnya, dapat anda baca di: (Bahasa arab) (Bahasa inggris)
Selamat mencoba!

Informasi Beasiswa Ma’had I’dad Aimmah wa Du’at, Mekkah

Dalam rangka kaderisasi ulama, Ma’had I‘dad Aimmah wa Du’at, Mekkah, di bawah bimbingan Robithoh ‘Alam Islamy, membuka Program Satu Tahun. (Program Diplom ‘Aam – Dirosat ‘Ulya, Pascasarjana). 5 jam pelajaran dalam satu hari dimulai pukul 07.30 – 12.20 waktu setempat.

Persyaratan:

  1. Memiliki kemampuan berbahasa arab baik secara lisan maupun tulisan
  2. Umur pelamar tidak boleh lebih dari 45 tahun
  3. Mengisi formulir resmi (dapat didownload disini)
  4. Fotocopy ijazah S1 yg sudah dilegalisir, atau scan ijazah berwarna dan transkrip nilai (ijazah bukan berbahasa arab, harus diterjemahkan melalui penerjemah resmi)
  5. Scan paspor berwarna yang masih berlaku
  6. 2 Tazkiyah dari perseorangan atau yayasan [DDII (Dewan Dakwah), Yayasan pendidikan islam, Dosen, Tokoh agama dll]
  7. Pas foto 4×6 (4 lembar)

Fasilitas:

  1. Uang bulanan 850 Riyal.
  2. Asrama plus makan 3 kali sehari.
  3. Tiket pesawat PP (untuk keberangkatan, dibayar sendiri terlebih dahulu, kemudian akan mendapat penggantian).
  4. Haji bersama para tamu undangan Robithoh Alam Islamy.
  5. Modul kuliah gratis.

Cara pendaftaran:

Semua berkas dikirimkan via online dan ditujukan ke alamat email (Admin@itimams.net).

Batas akhir:

Tidak ada batas akhir, karena ini adalah program tahunan Robithoh alam islamy. Semua berkas yang masuk ke kantor penerimaan Ma’had akan ditampung lalu dirapatkan untuk penentuan kelulusan.
Info selengkapnya bisa dilihat disini http://itimams.net
Jika butuh info lebih lanjut silahkan mengirimkan pertanyaan ke alamat Email: info@itimams.net

Rabu, 29 April 2015

My Travelling in Memorial

These cities/countries are visited by my trip journey:

Indonesia: 
@South Sulawesi;
Tana Toraja, Sidrap, Sinjai, Pare-Pare, Bulukumba, Soppeng, Jeneponto, Takalar, Gowa,

@Gorontalo, 

@East Java: 
Pare-Kediri, Ngawi, Ponorogo, Surabaya,  Jombang

@Central Java
Solo, Boyolali, Kebumen

@Yogyakarta,

@West Java:
Cibodas Botanical Garden, IPB Campus , Sukabumi, Cibinong, Depok

@Jakarta:
TMII Ancol, Dunia Fantasi,  Pantai Marina Ancol 

Malaysia
@Sabah
Lahad Datu, Kota Kinabalu,
@Selangor
@Perak
@Pahang
@Kedah
@Perlis
@Terengganu,
@Negeri Sembilan
@Melaka
@Kelantan, 
@Kuala Lumpur

Pakistan
@Islamabad
@Lahore

Qatar
@Doha

Singapura

Sri Lanka
@Colombo

Thailand
Bandar Narathiwat,  Bantom

Uni Arab Emirates
@Abu Dhabi
@Dubai

Kingdom of Saudi Arabia
@Riyadh
@Makkah
@Madinah
@Dammam
@ Jeddah



Selasa, 04 November 2014

Popularitas Dan Cinta Ketenaran Di Mata Orang-Orang Sholeh

Sesungguhnya orang-orang sholeh terdahulu adalah sebaik-baik panutan dan teladan bagi generasi yang datang belakangan. Dalam banyak petikan ayat-ayat al Qur'an dan al-Hadits menunjukan kemulian generasi sholeh terdahulu diantaranya;

Allah berfirman: “Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka (dalam melaksanakan) kebaikan, Allah ridha kepada mereka; dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Q.S. At-Taubah:100).

Rasulullah bersabda, “Sebaik–baik manusia adalah generasiku; kemudian generasi sesudahnya; kemudian generasi sesudahnya lagi. Selanjutnya akan datang suatu kaum yang persaksian salah seorang di antara mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” Hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Sebenarnya masih banyak ayat-ayat dan hadits-hadits senada yang menjelaskan keutamaan orang-orang sholeh terdahulu dan kemuliaan mereka serta kewajiban mengambil teladan kepada generasi tersebut namun pembahasan ini lebih fokus pada sikap dan perilaku orang-orang sholeh dalam menjauhi kemasyhuran dan syahwat tersembunyi. Meskipun ayat dan hadits diatas sebagai pengantar mengenali siapakah kalangan orang-orang sholeh yang direkomendasikan oleh Allah dan Rasul-Nya secara langsung dan tegas. Sehingga dalam mengamalkan ajaran Islam ini seharusnya kita mengambil contoh dari mereka bukan dari yang tidak mendapat jaminan dari Allah Azza wa Jalla. Dan tokoh paling pertama dan utama dalam kelompok orang-orang sholeh terdahulu adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam. Kemudian menyul sahabat-sahabatnya selanjutnya golongan tabi'in yaitu generasi yang bertemu dengan sahabat–sahabat rasulullah namun tidak bertemu dengan beliau. Dan selanjutnya orang-orang yang mengikuti dan mencontohi tiga generasi tersebut hingga akhir zaman.

Para orang-orang sholeh terdahulu, dalam kisah-kisah mereka, yang diriwayatkan secara shohih ketekunan mereka beribadah namun pada saat yang sama mereka sangat membenci menampakkan amalan mereka dihadapan manusia bahkan sangat menjauhi pujian manusia. Mereka benar-benar membangun amalan diatas fondasi keikhlasan semata-mata mengharap pahala dan ganjaran dari Allah subhanahu wata'ala. Mereka sangat takut ibadah dan amalannya terjatuh dalam penyakit-penyakit hati seperti riya'(ingin dilihat), sum'ah (ingin didengar) dan ujub (ingin dipuji).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang umatnya memuji beliau secara berlebihan sebagaimana orang Nasrani berlebih-lebihan terhadap Nabi Isa alahissalam. Dalam kesempatan yang lain beliau mengajarkan doa ketika dipuji orang lain yakni ya Allah janganlah mengazabku dengan apa yang mereka katakana dan ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui serta jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka sangka.

Nabiullah Ibrahim alaihissalam selepas membangun Ka'bah berdoa Ya Allah terimalah amalan dari kami serta taubat kami, sesungguhnya Engkau maha menerima taubat dan maha penyayang . Beliau tidak berbangga dan membusungkan dada dengan amalan agung nan suci yang telah dilakukannya yaitu membangun baitullah melainkan merendahkan diri dihadapan Rabbnya seraya berdoa dengan penuh rasa takut agar amalannya diterima disisi Rabbnya.

Imam Assusiy pernah memaknai keikhlasan dengan mengatakan ikhlas adalah barangsiapa yang melihat keikhlasan dalam ikhlasnya maka sesungguhnya keikhlasannya masih memerlukan keikhlasan lagi.

Imam Syafii pernah berkata dalam Diwan sebagai refleksi kerendahhatian beliau, aku mencintai orang sholeh sedangkan aku bukan dari kalangan mereka, kelak aku berharap dapat meraih syafaat pertolongan mereka, aku membenci para pendosa walaupun aku sama dalam perbuatan meraka.
bersambung
Riyadh, 11011436, Maktabah Amir Salman, KSU

Senin, 23 Desember 2013

Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Bolehnya Mengucapkan Selamat Natal

Tidak dapat dielakkan sebuah fenomena akhir tahun yang dijumpai oleh segenap bangsa Indonesia terkhusus kaum muslimin adalah perayaan natal dan tahun baru miladiyah (masehi). Meskipun menurut sensus kependudukan berdasarkan agama oleh BPS prosentasi umat Islam di Indonesia sebesar 86 %, namun seolah-olah media menunjukkan bahwa prosentase umat non muslim sangat signifikan. Sehingga trend tirani minoritas adalah suatu gejala yang dimunculkan yang merupakan upaya-upaya media hingga saat ini.

Masalah pluralisme di Indonesia adalah suatu hal yang biasa jika ditinjau dari kemajemukan budaya dan agama akan tetapi problematika pluralisme muncul ketika ada upaya sinkretisme agama dan hal ini sangat tidak rasional. Secara logika sederhana keberagamaan yang ada tidak akan pernah memberi nuansa yang indah jika ada salah satu varian yang berusaha menyerupai varian yang lain.

Melewati momen akhir tahun di negeri ini, umat Islam selalu dihadapkan pada tantangan yang memprihatinkan dari upaya sinkretisme agama. Sangat dimaklumkan kepada umat Islam untuk tidak turut serta ambil bagian dalam perayaan agama umat lain. Sudah kemestian bagi muslimin untuk menghormati pemeluk agama lain dalam menjalankan ibadahnya akan tetapi bukan berarti harus turut memberikan ucapan selamat dan memeriahkan acara peribadatan mereka.

Sebagai contoh kasus, pada perayaan natal pada akhir tahun umat Islam tidak boleh mengucapkan “Selamat Hari Natal” kepada pemeluk agama Nasrani. Karena hal ini bertentangan dengan aqidah dan keyakinan umat Islam. Bagaimana mungkin seorang muslim memberikan ucapan selamat kepada umat non muslim yang telah meresmikan Nabi Isa –alaihissalam- sebagai Tuhan. Sementara dalam pandangan ajaran umat Islam inti agama adalah tauhid –mengesakan Allah- tanpa memperserikatkan dengan tuhan yang lain. Maha suci Allah dari apa yang dilakukan oleh orang-orang non Muslim. Mengucapka selamat hari natal bermakna kita mengatakan bahwa selamat anda telah mempertuhankan Nabi Isa –alaihissalam-. Semoga Allah melindungi kita dari hal tersebut.

Maka dengan memberikan ucapan selamat hari natal kepada pemeluk Nasrani maka hal ini akan dapat menggangu keyakinan umat Islam bahkan dapat merusak kebersihan aqidah seorang muslim. Untuk lebih jelasnya silakan merujuk kepada fatwa Buya Hamka –semoga Allah merahmatinya-

Semoga Allah senatiasa membimbing kita diatas jalan-Nya yang lurus.
Riyadh, 20 Shafar 1435 H

Sahabatku Inilah Yang Ku Inginkan Darimu


Wahai pemuda shalih....
Seandainya malam-malammu tiada luput dari qiyam
Dan hari-hari shaummu tiada lalai dari shiyam
Dzikir pagi petangmu yang komitmen
Dan waktu dhuhamu yang konsisten
Ditambah tutur katamu yang santun penuh penghormatan

Disela-sela akhlaqmu yang mulia
Jauh dari kejudesan dan kepedasan berucap
Dipenuhi kelapangan hatimu memberi maaf
Dihiasi senyum selalu mengulum di wajah syahdumu
Menyapa sesiapa tanpa pilih kasih
Tanpa terbesit keraguanmu secuilpun

Penuh prasangka yang indah
Berpadu tatapan persahabatan yang lekat
Menyibak peluh duka setiap yang memandangmu
Rasakan suka bertabur bahagia setiap bersua denganmu

Lenyapkan kebekuan pada hati yang padam
Pesona cinta yang lahir dari lubuk sanubarimu yang dalam
Kan berpadu dengan sikap kedermawananmu
Mampu menyeruak ke dalam hati-hati saudaramu
Lahirkan kerinduan yang teramat bagimu

Iya... rindu yang fitrah
Bukan rindu yang sarat akan ahwa’
Bukan pula kasih yang sarat akan kepalsuan
Tapi...benih cinta dalam bingkai ukhuwah fillah
Demi Allah---tulus karena-Nya---
Sebagaimana dalam janji Rasulullah
Yang selalu pasti adanya

Bila suatu saat engkau kan jadi pemilik kemuliaan itu
Sungguh tiada keraguan
Engkaulah kan jadi panutan segenap ikhwanmu
Engkau laksana rembulan hadirkan cahaya terangi gulita

Iya... Engkau memang manusia
Yang tiada luput dari kealpaan
Dan ingatlah.....wahai pemuda shalih
Kepada Sang Rabb-lah tempat kembali
Memohon taufiq dan pertolongan
Tuk jadi manusia dambaan sejati
Tak lupa belajar dari kepriadian yang agung
Rasulullah shallallahu ’alahi wasallam

Sabtu, 14 Desember 2013

Berhati-hati Dengan Rasa Dengki

Sifat Hasad atau dengki atau dalam makna yang lain adalah kedengkian atau rasa dengki terhadap sesama manusia disebabkan oleh rezeki dari Allah Azza Wajalla yang berlebih terhadap saudaranya dengan disertai dengan keinginan agar kenikmatan yang diperoleh rivalnya tersebut hilang atau musnah.

Penyakit hati ini sangat berbahaya karena ia dapat melalap kebaikan sejawatnya yang telah menoreh jasa terhadapnya sebagaimana api melalap habis kayu bakar. Sangat jarang sekali muncul sifat hasad kecuali pada keadaan orang yang memiliki kesamaan misalnya pekerjaan atau hal-hal lainnya misalnya hasadnya para pedagang muncul disaat melihat ada hal yang lebih pada rekannya, contoh lain hasadnya sesama pelajar terhadap teman-temannya karena kelebihan yang yang dimiliki kawannya dan seterusnya. Demikianlah syaitan yang begitu pandai mengadu domba umat manusia agar terjatuh dalam perselisihan. Bukankah kisah Qabil dan Habil cukup mengesankan bagi kita atas bahayanya sifat ini? Solusi dari sifat hasad terhadap sesama adalah dengan menyadari bahwa anugerah dan karunia yang diberikan Allah kepada makhluknya berbeda-beda sesuai dengan yang dikehendaki-Nya

Bukankah Allah Subhanahu Wata'ala telah menyatakan : ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِالْ عَظِيمِ "Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar".(QS: Al-Jumuah Ayat: 4)